Apa Itu Deep Web?
Saat Anda mendengar tentang deep web, apa hal pertama yang Anda pikirkan?
Kebanyakan orang akan menjawab aktivitas illegal dan hal-hal menyeramkan lainnya. Padahal, faktanya hanya 0.1% dari deep web terdiri dari dark content lho.
Sebaliknya, kebanyakan konten Deep Web malah terdiri dari database website dan aplikasi yang dapat diakses dengan aman dan mudah melalui ‘Open Web’.
Misalnya database yang berhubungan dengan pembelian online, perbankan, bagian berbayar dari Netflix, Inbox email Anda, dan lain-lain.
Konten pada database tersebut dilindungi menggunakan kata sandi dan hanya dapat dibaca dan diakses oleh orang yang mempunyai akses khusus.
Inilah yang membuat deep web tidak dapat diakses melalui search engine pada umumnya.
Beberapa bagian terbesar dari deep web meliputi:
- Database (basis data): kumpulan file yang dilindungi publik dan pribadi yang tidak terhubung ke area lain di internet, hanya bisa ditemukan di dalam database tersebut.
- Jaringan Intranet: jaringan internal perusahaan, pemerintah, dan fasilitas pendidikan yang digunakan untuk berkomunikasi dan mengontrol aspek pribadi organisasi mereka.
Selain itu, Deep Web juga sangat besar lho! Sebagian ahli bahkan memperkirakan bahwa deep web jauh lebih besar dari surface internet.
Hal ini dikarenakan banyak halaman website yang dibuat secara dinamis dan tidak memiliki link dari situs atau halaman lainnya.
Tanpa link dari situs yang diindeks sebelumnya, mesin pencari tidak dapat menemukan dan mengindeks halaman website tersebut.
Nah halaman-halaman website yang tidak terindeks ini adalah bagian dari “deep web”. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya.
Deep web adalah bagian dari world wide web atau dunia maya yang berisi mengenai berbagai macam informasi yang tidak diindex oleh Google atau mesin pencari apapun.
Ini artinya, bot yang dimiliki SERPs tidak bisa crawl informasi apa pun yang ada di dalam deep web. Oleh karena itu, infornya tidak akan muncul di SERP.
Bisa dibilang, informasi yang ada di deep web tergolong aman karena tidak bisa diakses sembarang orang.
Sadar atau tidak, ternyata Anda menggunakan deep web di keseharian Anda, contohnya adalah akun email yang ber-password, publikasi jurnal berbayar, akun m-banking, media sosial ber-password dan lainnya.
Kebanyakan hal yang berada di deep web ternyata legal dan aman karena informasinya tidak bisa muncul ke surface web.
Komentar
Posting Komentar