Sejarah Bitcoin
Berdasarkan buku The Bitcoin Genesis, sejarah Bitcoin berawal pada bulan November 2008. Seseorang dengan nama pengguna Satoshi Nakamoto merilis sebuah makalah ke milis kriptografi. Makalah ini terdiri dari sembilan halaman dan diberi judul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”.
Muncul kebingungan tentang pengertian Bitcoin dan bagaimana seharusnya digunakan. Setelah periode beta, program tersebut disempurnakan agar lebih mudah dipahami untuk digunakan. Pada tahun 2009, Bitcoin dirilis kepada komunitas internet dengan klaim dapat digunakan untuk membayar secara anonim.
Berdasarkan buku Bitcoin, Blockchain, & Cryptocurrency: A Complete Guide, Satoshi mengirim Bitcoin kepada Hal Finney, sesama penggemar kriptografi. Transaksi tersebut sukses dan fenomena Bitcoin mulai dikenal masyarakat.
Bitcoin belum memiliki nilai tukar hingga akhir tahun 2009. Sistem Bitcoin saat itu hanya berupa catatan transaksi di blockchain, sebuah forum daring di mana pengguna berkomunikasi dan mengatur transaksi dalam kode sumber terbuka.
Pada awal tahun 2010, bursa pertama dibuka yang memungkinkan perdagangan Bitcoin terstruktur. Pengguna tumbuh dan pada Mei 2010, Gunung Gox diluncurkan sebagai bursa kedua dan menjadi tempat dominan untuk memperdagangkan Bitcoin.
Berdasarkan publikasi dalam jurnal Intersect, Vol 11, No 2, Satoshi Nakamoto sebagai pencipta Bitcoin tiba-tiba menghilang pada tahun 2011. Dalam data transaksi, diperkirakan Satoshi memiliki satu juta Bitcoin.
Pada awal November 2015, satu Bitcoin bernilai US$384. Nilainya terus naik hingga pada akhir tahun 2017, harga satu bitcoin mencapai harga tertinggi mencapai hampir US$20.000. Menurut Open Exchange Rates, satu Bitcoin saat ini bernilai US$51.285,22 atau sekitar Rp735 juta.
Komentar
Posting Komentar